Launchpad Accelerator Bootcamp — Awal Cerita

Catatan mengenai Google LaunchPad Accelerator Batch 5 #1

Awal ceritanya

Akhir Januari 2018 atau sekitar 2 minggu yang lalu, startup kami tercinta Kulina bertandang ke kantor Google di San Francisco untuk mengikuti bootcamp program Google Launchpad Accelerator.

Ini adalah kedua kalinya kami mendaftar di program akselerator ini. Yang pertama kali adalah di batch ke 3 di tahun 2016 dan gagal lolos dengan suksesnya. Batch berikutnya kami nggak mendaftar karena mutung — eh, maksudnya sibuk dengan urusan operasional perusahaan.

Di batch 5 kami mendaftar lagi, dipicu gara-gara ada berita tentang inisiasi Google Launchpad Indonesia yang di-organize sama gerakan 1000 Startup Digital. Eh ternyata diterima, dan yang bikin surprise adalah ternyata di batch ini cuman Kulina yang ikutan dari Indonesia. Beruntung dan bangga banget yekan 🙂

Artikel berseri

Google mendatangkan puluhan mentor seluruh dunia dengan berbagai spesialisasi untuk para startup yang terpilih. Setiap hari selama 2 minggu secara intensif juga diadakan kuliah oleh tokoh-tokoh dunia yang biasanya saya cuman bisa lihat lewat Ted Talk, atau cuman baca bukunya saja sambil nengok biografinya di Wikipedia 😀

Artikel ini rencananya saya buat berseri, untuk menulis apa-apa saja yang saya dapatkan di bootcamp tersebut. Pakai bahasa Indonesia dari sudut pandang saya, dan semoga bisa gampang dicerna walaupun nantinya bakal banyak penyederhanaan.

Tujuan utamanya agak egois sebenarnya; ketika saya menulis maka kemungkinan memori pengetahuan ini hilang dari otak saya bakal berkurang drastis. Tujuan sampingannya ya biar blognya yang baca banyak. Daaan tujuan paling pinggir sih baru yang bersifat rada altruistik; berbagi ilmu untuk scene startup Indonesia (ciye).

2 Minggu Bootcamp

Acaranya sendiri diadakan di Google San Francisco, yang berada di (rada) pinggir pantai dengan latar belakang SF-Oakland Bay Bridge. Selama 2 minggu ini, entah kami beruntung banget atau pawang hujannya Google super ampuh — kami sama sekali nggak mengalami hujan. Cuaca cerah terang benderang dengan suhu masih belasan celcius, padahal biasanya tanggal segitu sudah satu digit (ini katanya sih — saya soalnya baru sekali ke SF jadi ya manthuk-manthuk saja).

Tim Kulina di kantor Google SF. Lantai 7/Rooftop. Background: Bay Bridge SF-Oakland.

Makanan selama Bootcamp

Sebelum berangkat, kami sempat menghitung kira-kira expenses apa saja yang bakal muncul selama di SF. Karena di jadwal tertulis bootcamp dilakukan dari pagi jam 9 sampai 6 sore, dan ternyata hotel kami menginap tidak menyediakan sarapan, maka yang terbayang adalah kami harus cari sarapan dan makan malam sendiri.

Eh, ternyata dari sarapan, makan siang dan makan malam juga disediakan oleh Google. Jadinya, cuman weekend saja kami makan di luar. Baek banget sumpah jadi ngirit kita.

Sebagai startup yang bergerak di bidang makanan, tentunya setiap pagi, pertanyaan yang ada di benak kami (eh saya aja ding kayaknya) adalah: “Hari ini makan apa ya?”

Lobster segede gaban di suatu dinner saat Bootcamp.

Google menyediakan makanan yang berbeda setiap harinya, dengan tema yang berpindah dari berbagai benua — kayaknya sih disesuaikan dengan peserta bootcamp yang juga dari seluruh dunia. Nggak tanggung-tanggung deh kalo soal makanan. Setiap saat kami bisa mengakses segala macam snack, minuman dan mesin kopi otomatis yang bisa bikin vanilla latte, cappuccino dll.

Google kayaknya memegang teguh slogan: Jangan kasih laper bro!

Tidak cuman mikirin ethnicity/origin dari makanan, tapi mereka juga menyediakan menu vegan/vegetarian, juga makanan halal dan kosher. Diversity rupanya dipegang teguh ngga cuman sebagai slogan aja, tapi memang diadopsi sampai ke makanan juga.

Kuliah oleh tokoh Startup level dewa

Selain para mentor yang didatangkan dari segala ujung bumi, hampir tiap hari juga ada kuliah umum dari para tokoh-tokoh startup level dewa yang nggak pernah muncul seminar-seminar motivasi (ya iya lah). Kalau bukan Google kayaknya nggak mungkin mereka mau ngisi di dalam kelas begini.

Nah, para tokoh yang ngisi kuliah di bootcamp ini sungguhlah bukan main-main, walau tanpa mereka harus mengucap salam super atau lari-lari dari pojokan menuju podium.

Berikut daftarnya:

  • Peter Norvig — pionir AI; pengarang “Artificial Intelligence: A Modern Approach.
  • Bradley Horowitz — VP nya Google, nge-lead tim yang bikin Google Photos
  • Dan Ariely — profesor di bidang behavioural science, dan penulis buku — salah duanya “Predictably Irrational” dan “The Upside of Irrationality”).
  • Jake Knapp — pencetus konsep Design Sprint yang dipakai hampir semua startup keren di mana-mana.
  • Eric Schmidt — anak startup jadul banget; kebangeten sumpah kalo ga tau.

Plus ditambah lagi beberapa tokoh lain yang tadinya saya nggak kenal, tapi setelah di googling ternyata mereka kondang, sayanya aja yang ga tau :/

Tapi beneran; ini mungkin pengalaman sekali seumur hidup bisa ketemu mereka langsung. Beruntung banget. Apalagi meja kami posisinya benar-benar didepan podium, jadi ya — kadang sampai norak gitu kalau ngga ditahan-tahan jaimnya.

Nah, di artikel selanjutnya, rencananya saya bakal nulis tentang materi masing-masing kuliah mereka — yang selama ini saya catat secara berantakan di notepad; sekalian biar jadi rapi.

(bersambung ke seri berikutnya)

Hit enter to search or ESC to close