Kenapa telor lama mengapung dan telor baru tenggelam dalam air?

Kalau dihitung, pasti ada ribuan jenis masakan yang menggunakan telor sebagai salah satu komponennya. Bahkan mungkin ini adalah satu-satunya material sarapan yang bisa diterima seluruh populasi manusia.

Kumpulkanlah masing-masing wakil dari negara dalam satu ruangan untuk sarapan bersama, dan berikan mereka nasi pecel untuk sarapan, misalnya — niscaya akan terjadi kekacauan disana.

Lain kasusnya kalau kamu kasih mereka segerobak telor lengkap dengan seperangkat alat masaknya (beserta chef yang bisa mengolahnya, kalau-kalau ada yang kebangetan masak telor aja ga bisa) — maka mungkin yang terjadi adalah perdamaian dunia~ ..asal telornya semua fresh, tidak busuk tentunya.

Dengan telor saja, kita bisa membuat omelette, telor mata sapi yang crusty di pinggirnya, sunny sides, hard-boiled, soft-boiled, dadar, egg-benedict, telor phitan, telor asin –dan sepertinya masih banyak lagi cara pengolahan lain di luar sana.

Nah, kita semua mungkin sudah tahu kalau cara paling mudah ngecek kondisi telor yang habis dibeli dari pasar, tanpa harus memecahkannnya satu persatu — adalah dengan menggunakan air.

Kalau dia tenggelam dan tidur, maka telor itu baru. Kalau dia mulai berdiri, maka sudah agak lama. Kalau mengapung — buang saja, itu jelas telor sudah membusuk di dalamnya.

Tapi, sebenarnya kenapa kok bisa? Kenapa kok telor baru tenggelam sepenuhnya — dan seiring waktu berjalan maka telor akan semakin ringan dan mengapung? Ada kekuatan magis apa yang mempengaruhinya?

Science, honey.

Jadi — cangkang telor mempunyai pori-pori yang sangat halus. Ada lubang-lubang yang sangat kecil di permukaannya, yang memungkinkan ada pertukaran udara dan cairan, walau dalam jumlah yang sangat kecil.

Jumlahnya? Sekitar 1/1000 ml setiap harinya. Umur ideal layak konsumsi telor adalah 75 hari setelah penetasan. Dan selama waktu berjalan, udara akan masuk menggantikan cairan dari putih telor, membentuk kantong udara di pangkal telor.


Semakin banyak udara, maka semakin “ringan” telor dibandingkan air, sehingga pada waktunya dia akan mengapung. Diawali dengan terangkat sedikit pangkalnya, lalu lama-lama mengapung sempurna.

Dengan cara begini, bisa ditarik kesimpulan juga, kalau telor yang benar-benar masih fresh, akan tenggelam sempurna dengan posisi tidur.

Pernah mengupas telor rebus kan? Ada selaput putih yang melindungi bagian putih telor dan kuningnya. Lain kali coba perhatikan ketika mengupas — di bagian pangkal sering kali kita jumpai rongga udara, antara selaput dengan cangkangnya. Nah, semakin kecil rongga udara, artinya semakin fresh juga telor ini.

Terimakasih dan sekian cerita saya tentang ndog-ndogan ini.

Hit enter to search or ESC to close