Jadi, Kulina itu Katering bukan, sih?

Sampai hampir 2 tahun ini Kulina berjalan — salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah:

“Kulina itu apa? Katering online ya?”

Jawaban yang paling gampang adalah dengan mengiyakan; 
“Iya, bener — Kulina itu katering langganan buat makan siang; bisa dipesen lewat website..”

..walau sebenarnya jawabannya lumayan lebih kompleks dari itu.

Yang di foto ini → https://www.instagram.com/shafmeu/ boleh difollow lho

Kulina itu secara teknis bukan katering, karena kami tidak punya dapur sendiri — walaupun kami ikut bertanggung jawab atas kualitas makanan.

Kami juga bukan jasa kurir pengantaran makanan — walaupun kami juga bertanggung jawab atas ketepatan waktu pengantaran. Nah lho. Berat kan hidupnya 🙂

Di keseharian Kulina, ada dua hal yang selalu kami monitor setiap hari; 1) Kualitas makanan, dan 2) Biaya kirim tiap porsi makanan. Sederhana, tapi kedua hal ini adalah yang paling penting dan menentukan banyak hal dalam perusahaan.

Kualitas Makanan

Memonitor kualitas ribuan porsi tiap harinya bukan hal yang mudah. Salah satu pertanyaan skeptis yang sering ditujukan pada Kulina adalah: Bagaimana bisa melakukan quality control atas dapur yang bahkan tidak dimiliki sendiri?

Kami melakukannya dengan 3 hal prinsip: 
1) Kurasi; sebagai syarat awal bergabung menjadi dapur mitra, 
2) Edukasi dapur dengan melibatkan in-house nutritionist maupun Chef yang bekerjasama dengan kami, dan terakhir tak kalah pentingnya: adalah 
3) Feedback (umpan balik) untuk setiap makanan yang diproduksi yang diperoleh dari rating dan komentar oleh konsumen.


Kami juga beberapa kali melakukan kesalahan, dan kadang akibatnya fatal. Di bulan Januari kemarin, misalnya — ketika tim Kulina meminta dapur mitra untuk memasak menu yang cukup asing untuk mereka tanpa memberikan training apapun. Hasilnya; rasanya nggak karuan 🙁

Permohonan maaf gara-gara menu yang rasanya ngga karuan.

Tapi nggak jarang juga pelanggan yang bener-bener ngefans sama menu-menu kita dan surrender sama Kulina buat urusan makan siang kayak mbak Silvia ini 🙂


Semua orang di Kulina punya akses untuk melihat data rating ini secara real-time. Setiap kali ada konsumen yang memberikan rating tinggi dan komentar positif, kami akan bersorak bahagia dan saling memberi selamat — terutama kepada tim FQSO (Food Quality & Supply Operation) kami. Tim ini juga lah yang paling tertekan ketika ada rating buruk dan komentar negatif untuk makanan dari dapur tertentu — merekalah yang paling merasa bersalah.

FQSO Team — paling pusing kalo ada rating jelek.

Tim FQSO ini yang kemudian memastikan agar semua dapur membaca semua umpan balik ini; menghubungi mereka satu-persatu kalau ada keluhan dari konsumen — dan mencari cara agar hal ini tidak terjadi lagi. Dalam beberapa kasus, dengan berat hati tim ini harus menghentikan kerjasama dengan dapur apabila ternyata umpan balik negatif terjadi terus menerus.

Biaya kirim

Ongkos kirim tiap porsi makanan adalah salah satu komponen biaya yang cukup tinggi. Semua makanan harus sampai sebelum jam makan siang — tapi juga tidak terlalu pagi karena yang kami jual adalah makan siang, bukan sarapan. Artinya adalah dalam kurun waktu sekitar 2 jam kami harus bisa mengantarkan ke ratusan bahkan ribuan alamat, dari berbagai dapur di lokasi yang berbeda.

Semakin banyak makanan yang bisa kurir kami antar dalam sekali jalan, maka semakin murah biaya kirimnya. Kenapa harus murah? Karena misi kami adalah bisa menghadirkan makanan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Kulina’s raison d’etre — our reason of being. Kami ada karena alasan ini.

Persebaran konsumen Kulina. Data internal.

Kuncinya adalah algoritma yang memasangkan konsumen dengan dapur. Gampang kan? Tinggal pasangkan konsumen dengan dapur terdekat sesuai alamatnya. Hmm. Andai saja semudah itu — banyak unsur lain yang harus dipertimbangkan juga. Lalu lintas Jakarta yang sulit sekali diprediksi, misalnya. Banyak juga alasan teknis lain yang susah terjabarkan di sini.

Selain alasan ekonomis, juga tentunya pertimbangan sosial; ketika sebuah dapur dengan lokasi yang tidak terlalu menguntungkan — kami juga perlu mengakomodasi angka minimal produksi mereka. Buat mitra kami, dapur harus tetap ngebul kan?

Kulina’s raison d’etre = Good quality & and affordable food while making social impact.

Setiap kali kurir kami mengantar ke sebuah gedung, biaya kirim juga akan semakin murah jika ternyata dalam gedung tersebut ada banyak pelanggan yang memesan. Itu juga adalah alasan kenapa kami bisa mempunyai program bernama Lunch Together*. Penghematan biaya kirim, otomatis dikembalikan ke pelanggan.


Yup — begitulah cerita tentang apa yang kita lakukan di Kulina. Sebuah digital tech startup yang mulai beroperasi sejak awal tahun 2016 kemarin. Dimulai dari ide sederhana yang bergulir dan masih terus berkembang — dan tentunya butuh dukungan seluruh pelanggannya.


*Lunch Together adalah program efisiensi biaya kirim yang dilakukan oleh pelanggan secara otomatis, ketika ada 2 orang atau lebih dalam satu gedung. Karena pengantaran makan siang dilakukan oleh 1 kurir bersamaan, maka biaya kirim yang lebih murah ini diberikan dalam bentuk “kembalian” ke saldo pelanggan. Ingin tahu lebih lanjut bisa klik disini.

Oh ya, harga langganan makan siang di Kulina itu cuma Rp 25,000 per box-nya, sudah termasuk biaya kirim. Minimal langganan cuman 3 hari, dan bisa milih diantar hari apa aja di fitur kalendar (kalo pas ada meeting di kantor, misalnya — bisa skip di hari itu). Kulina saat ini hanya melayani area Jakarta.

Ingin tahu lebih lanjut tentang Kulina? Mau coba tapi butuh voucher? Clap dan komen dibawah sini ya 🙂

Hit enter to search or ESC to close